puisi
air mata kehidupan
dikala selembar daur terbang melambai
taktala hujan menerpa angan kehidupanku
air mata tak henti berhenti sejenak menginggat masa lalu
rasa pilu yang menerpa bagaikan api dalam rimbunan selembar kertas
mungkin sedih ini hanya berberapa saat tetapi rasa sedih yang besar kini kurasa
tetapi keyakinan seseorang tidak mudah untuk dipulihkan
rasa yang terselipkan oleh semua rasa kegundahan hati kini telah meracuni pikiran
ugkapan kata menyejukan hati mungkin bisa membawa kesunyian
jika semua lantunan angin dapat merubah suasana
keheningan kehidupan membawa makna
tak satupun air mata jatuh lagi
ku yakin ini semua sudah takdir ilahi
mantullllllll
BalasHapus